Polres Berau – Kabag Ops Polres Berau Kompol Noordhianto memimpin kegiatan arahan dan evaluasi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Berau, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bhayangkari, Jalan Pemuda Gang Aspol, Kelurahan Tanjung Redeb, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Rapat yang digelar sejak pukul 09.00 Wita hingga 11.40 Wita ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan personel terkait, di antaranya Ba Siwas dan Ba Propam Polres Berau, Kepala SPPG Polres Berau, ahli gizi, akuntan SPPG, perwakilan Yayasan Kemala Bhayangkari, mitra supliyer, serta para penanggung jawab di bidang pengolahan, persiapan bahan makanan, pemorsian, pencucian ompreng, hingga pengemudi SPPG.
Dalam arahannya, Kompol Noordhianto menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh pihak terkait hal-hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan di SPPG Polres Berau. Ia menekankan pentingnya penerapan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar seluruh proses pelayanan gizi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Pengendalian kualitas harus dimulai dari bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi makanan. Semua itu harus sesuai dengan standar gizi dan keamanan pangan,” ujar Kompol Noordhianto.
Ia juga mengingatkan seluruh karyawan agar bekerja sesuai SOP di bidang masing-masing, menjaga kebersihan lingkungan kerja, serta melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Selain itu, hubungan kerja yang harmonis dan komunikasi yang efektif antarpegawai dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja SPPG.
Sementara itu, Kepala SPPG Polres Berau Ageng Murya menyampaikan bahwa evaluasi rutin dilakukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas layanan SPPG. Ia menyoroti beberapa poin penting, antara lain sterilisasi ompreng, kualitas air, serta pengendalian suhu ruangan sesuai juknis BGN.
“Kami juga mendorong pengadaan alat pengawasan kualitas, seperti rapid test bahan baku, uji organoleptik, dan pengambilan sampel makanan. Selain itu, perlu adanya label waktu konsumsi pada setiap makanan serta pencatatan sisa makanan sebagai bahan evaluasi,” jelasnya.
Dari sisi gizi, Ahli Gizi SPPG Polres Berau Resta Apriana menekankan pentingnya penyusunan menu yang sesuai kebutuhan gizi, terutama untuk mencegah stunting pada anak serta kekurangan gizi pada ibu hamil dan ibu menyusui. Ia juga mengingatkan agar proses pemorsian makanan dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Penetapan menu harus mempertimbangkan ketersediaan bahan baku agar nilai gizi tetap terpenuhi,” ungkapnya.
Di sisi lain, mitra supliyer SPPG Polres Berau, Ibu Ica, menyampaikan bahwa perubahan pola distribusi menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan bahan baku. Namun pihaknya berkomitmen untuk melakukan pengecekan dan sortir bahan sebelum pengiriman guna memastikan kelayakan bahan untuk dikonsumsi.
Kegiatan arahan dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya perbaikan kinerja, peningkatan kualitas pelayanan, serta penerapan aturan dan prosedur yang berlaku di SPPG Polres Berau. Diharapkan, hasil evaluasi ini dapat meningkatkan mutu layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat dan seluruh pihak yang menjadi sasaran program SPPG.
Humas Polres Berau









