Warga Teluk Sulaiman Bersatu Padamkan Karhutla di Kawasan Hutan Lindung Sigending

Polres Berau – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau. Kali ini, warga bersama unsur TNI-Polri dan KPHP Berau Pantai berjibaku memadamkan api yang muncul di kawasan Hutan Lindung Sigending.

 

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 57 warga Kampung Teluk Sulaiman bersama aparatur kampung, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemilik lahan, serta unsur terkait. Penanganan dipimpin langsung Camat Biduk-Biduk Cipto Supratmono, S.E., bersama Kepala Kampung Teluk Sulaiman Yusriansyah.

 

Kapolsek Biduk-Biduk IPTU Putut Pujianto mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan Karhutla, terlebih lokasi titik api berada di kawasan dengan medan yang cukup sulit.

 

“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Kami mengapresiasi masyarakat Teluk Sulaiman yang secara bersama-sama turun langsung membantu pemadaman dan siap dimobilisasi apabila kembali terjadi kebakaran,” ujar Putut.

 

Tim gabungan terlebih dahulu melaksanakan apel kesiapan di halaman Kantor Kampung Teluk Sulaiman sebelum bergerak menuju titik api dengan koordinat 1.12406727N 118.78821841E di kawasan Hutan Lindung Sigending.

 

Setibanya di lokasi, personel bersama warga melakukan pengisian air dari tangki water tank ke tangki air gendong milik warga dan petani. Pemadaman kemudian dilakukan secara manual dengan berjalan kaki sekitar 300 meter menuju titik api.

 

Medan yang harus dilalui cukup berat karena berupa kawasan pegunungan, bertebing dan berbatu. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga dan kehati-hatian ekstra.

 

Selain pemadaman, Bhabinkamtibmas Kampung Teluk Sulaiman Aipda Dedy Hermanto, S.H., juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, larangan pembakaran hutan dan lahan, serta konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran.

 

Putut menegaskan, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama, terutama dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah sarana pendukung dikerahkan, di antaranya satu unit R6 water tank, satu unit R4 water tank Karhutla milik KPHP Berau Pantai, kendaraan double cabin, beberapa kendaraan operasional kampung, serta puluhan tangki air semprot dan jeriken.

 

Gotong royong penanganan Karhutla tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama antara masyarakat dan unsur terkait dalam menghadapi ancaman kebakaran di wilayah Kampung Teluk Sulaiman. Warga juga menyatakan kesiapannya untuk terus membantu pemadaman dan melakukan mobilisasi apabila kembali ditemukan kebakaran hutan dan lahan di wilayah kampung.

 

Humas Polres Berau