Cegah Karhutla Meluas, Wakapolres Berau Imbau Warga Pulau Derawan Tak Bakar Lahan

Polres Berau — Kepolisian Resor (Polres) Berau memperketat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wakapolres Berau, Kompol Noor Dhianto, memberikan imbauan kepada masyarakat Kecamatan Pulau Derawan agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.

 

Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ancaman karhutla di wilayah Kabupaten Berau seiring musim kemarau. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mencatat Kecamatan Pulau Derawan sebagai salah satu kawasan dengan sebaran titik api terbanyak di wilayah tersebut.

 

Kompol Noor Dhianto menegaskan bahwa praktik pembakaran lahan, baik untuk kepentingan pertanian maupun perkebunan, sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan dampak sistemik. Selain memicu kerusakan ekosistem dan mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap, tindakan tersebut dapat merusak citra Pulau Derawan sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan.

 

“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga dan pemilik lahan di Kecamatan Pulau Derawan, untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar. Dampaknya sangat luas, tidak hanya mengancam keselamatan warga dan kelestarian lingkungan, tetapi juga merusak sektor pariwisata yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat,” ujar Kompol Noor Dhianto.

 

Ia menambahkan bahwa kepolisian tidak akan segan menindak tegas siapa pun yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan. Para pelaku pembakaran lahan dapat dijerat pasal pidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengancam hukuman penjara hingga 12 tahun.

 

Polres Berau bersama personel gabungan TNI, BPBD, dan pemadam kebakaran setempat terus mengencangkan patroli di wilayah-wilayah rawan. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat titik api atau tindakan mencurigakan yang berpotensi memicu timbulnya karhutla.

 

Humas Polres Berau