Polres Berau- Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Berau mengikuti kegiatan Tausyiah Dhuha dan santunan anak yatim bersama ulama nasional, Ustadz Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., secara daring melalui siaran langsung YouTube. Kegiatan bertema “Berbenah Diri Setulus Hati, Polri Untuk Masyarakat” ini berpusat di Masjid Al-Ikhlas Polda Kaltim, Jumat (3/7/2026).
Di tingkat polres, kegiatan online ini diikuti langsung oleh Wakapolres Berau Kompol Noordhianto, bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Berau dan segenap personel Polres Berau bertempat di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mapolres Berau.
Dalam kesempatannya, Wakapolres Berau Kompol Noordhianto menyampaikan bahwa momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi saat yang tepat bagi seluruh insan Bhayangkara, khususnya di Polres Berau, untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam mendukung transformasi Polri yang semakin Presisi.
Ia menegaskan bahwa tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks. Karena itu, personel Polres Berau dituntut tidak hanya profesional dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan, tetapi juga harus memiliki akhlak yang mulia dan kepedulian terhadap sesama.
“Kehadiran Al-Ustadz Abdul Somad secara virtual ini merupakan anugerah dan siraman rohani yang berharga bagi keluarga besar Polres Berau. Kami berharap tausyiah yang disampaikan dapat mempertebal keimanan serta menumbuhkan keikhlasan dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ungkap Kompol Noordhianto.
Selain itu, Wakapolres berharap kegiatan ini mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan personel maupun keluarga besar Polres Berau, sehingga semakin membentuk karakter anggota Polri yang humanis, berintegritas, serta dekat dengan masyarakat.
Sementara itu, dalam tausyiahnya yang disaksikan via live streaming, Ustadz Abdul Somad mengingatkan bahwa menjadi anggota Kepolisian bukan sekadar mengenakan seragam ataupun menjalankan sebuah profesi, melainkan sebuah amanah besar yang menuntut dedikasi, keberanian, kedisiplinan, serta keikhlasan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Ia menjelaskan bahwa seorang polisi setiap hari dihadapkan pada berbagai tantangan sosial yang dinamis. Oleh sebab itu, kekuatan mental dan spiritual menjadi modal utama agar personel tetap mampu menjalankan tugas secara profesional. Dalam hal tersebut, dukungan keluarga memiliki peran penting sebagai penyemangat dalam perjalanan pengabdian seorang anggota Polri.
Menurut Ustadz Abdul Somad, salah satu kunci menjaga ketenangan hati adalah dengan senantiasa mensyukuri setiap nikmat yang telah Allah SWT berikan.
“Kalau kita pandai bersyukur atas amanah yang diberikan Allah, hati akan menjadi tenang. Dari hati yang tenang itulah lahir keikhlasan dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat,” pesan Ustadz Abdul Somad dalam siaran virtual tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa makna “Berbenah Diri Setulus Hati” harus dimulai dari pembenahan hati setiap individu sebagai pusat kendali perilaku manusia. Ia juga mengajak seluruh personel Polri untuk tidak menutup diri terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat sebagai bagian dari proses introspeksi dan penyempurnaan diri.
Di akhir tausyiahnya, Ustadz Abdul Somad berharap kepada seluruh anggota Polri untuk senantiasa menjaga rasa syukur, memperkuat spiritualitas, serta menanamkan keikhlasan dalam setiap pelaksanaan tugas demi mewujudkan institusi yang humanis dan dekat di hati masyarakat.
Humas Polres Berau









