Polres Berau — Terik matahari di kawasan pesisir Kabupaten Berau tak menyurutkan langkah dua siswa PTIK dan Sespima, Cindy S. Siagian dan Jenny Rahman. Berbekal kepedulian mendalam terhadap lingkungan dan keselamatan warga, Tim Satuan Tugas (Satgas) Edukasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini turun langsung menyapa masyarakat di Kecamatan Pulau Derawan, Rabu (2/9/2026).
Aksi humanis ini dimulai pukul 11.30 WITA di sepanjang Jalan Poros Tanjung Batu. Dengan pendekatan yang ramah, Cindy dan Jenny membagikan serta mensosialisasikan Maklumat Kapolda Kaltim tentang Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan.
Tak berhenti di situ, perjalanan dilanjutkan pukul 14.30 WITA menuju area perkebunan warga di Kampung Kasai untuk menggelar dialog edukatif. Langkah nyata ini diambil sebagai upaya persuasif guna menekan risiko bencana Karhutla yang terus mengancam wilayah Kalimantan Timur saat musim kemarau.
Kehadiran dua anggota Polri ini disambut hangat oleh para petani. Melalui sosialisasi yang dialogis dan penuh empati, warga diajak memahami dampak buruk Karhutla serta aspek hukum yang mengaturnya, tanpa merasa digurui.
Siswa Cindy S. Siagian menyampaikan bahwa pendekatan emosional menjadi kunci utama dalam menyampaikan imbauan ini agar pesan pencegahan benar-benar meresap di hati masyarakat.
“Kami tidak hanya datang membawa aturan, tetapi membawa kepedulian. Kami ingin bapak dan ibu petani bisa berkebun dengan tenang tanpa harus merusak lingkungan yang menjadi sumber kehidupan anak cucu kita nanti,” ujar Siswa Cindy di sela-sela kegiatan.
Senada dengan rekan timnya, Siswa Jenny Rahman menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam setempat.
“Mencegah Karhutla bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab kita bersama. Harapan kami, senyum dan rasa aman para petani di Kampung Kasai ini terus terjaga tanpa terganggu asap kebakaran,” tutur Jenny.
Edukasi yang diberikan membuah hasil positif. Masyarakat Kampung Kasai kini semakin paham akan bahaya serta aturan hukum terkait pembersihan lahan. Apresiasi mendalam pun mengalir dari para petani lokal yang merasa dirangkul dan diperhatikan oleh kehadiran Satgas Edukasi ini.
Lewat aksi nyata tersebut, kesadaran kolektif untuk menjaga kawasan Berau tetap hijau, aman, dan bebas dari bencana Karhutla kini terjalin makin kuat.
Humas Polres Berau









