Polres Berau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Kali ini, kebakaran melanda lahan perkebunan di Jalan Ahmad Yani KM 12, Kampung Labanan Makmur.
Kapolsek Teluk Bayur AKP Budi Witikno, S.H., memimpin langsung proses penanganan bersama personel gabungan dari Polsek Teluk Bayur, Sat Samapta Polres Berau, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Hutan Sanggam Berau (HSB), MPA KPHP, serta masyarakat sekitar.
“Begitu titik api ditemukan, personel gabungan langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Setelah api berhasil dikendalikan, kami tetap melakukan pemantauan untuk memastikan lokasi benar-benar aman,” ujar AKP Budi Witikno.
Kebakaran tersebut diperkirakan melanda lahan seluas 0,4 hektare. Lokasi berada sekitar 10 menit perjalanan dari Pospol Labanan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.
Sebanyak 35 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut. Mereka terdiri dari delapan personel Polsek Teluk Bayur, lima personel BKO Sat Samapta Polres Berau, dua personel TNI, sembilan personel Disdamkarmat, satu personel Radcar, tiga personel HSB, satu personel MPA KPHP, serta enam warga.
Proses pemadaman didukung satu unit kendaraan patroli Turjawali Sat Samapta Polres Berau dan satu unit truk pemadam kebakaran dari Pos Labanan.
Hasil penanganan di lapangan, titik api berhasil ditemukan dan dilakukan pemadaman. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi tetap aman dengan melibatkan potensi masyarakat yang tersedia.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menyebabkan kebakaran meluas, asap dari karhutla juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan.
“Kami meminta masyarakat tidak menggunakan api untuk membuka lahan. Dalam kondisi cuaca panas dan lahan yang kering seperti saat ini, api sangat mudah menyebar,” tegasnya.
Belum adanya hujan di wilayah Kecamatan Teluk Bayur membuat daun dan ranting mengering sehingga mudah terbakar. Sementara terkait sumber api, masih diperlukan penelusuran lebih lanjut, termasuk kemungkinan berasal dari aktivitas masyarakat maupun unsur kesengajaan.
Polres Berau bersama seluruh unsur terkait akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan di wilayah rawan karhutla untuk memastikan setiap titik api dapat ditangani sedini mungkin.
Humas Polres Berau









