Karhutla 0,3 Hektare di Labanan Makmur Berhasil Dipadamkan Tim Gabungan

Polres Berau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Kebakaran melanda lahan kebun karet di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Gereja Batak RT 13, Kampung Labanan Makmur.

 

Penanganan langsung dilakukan oleh personel Polsek Teluk Bayur bersama BKO Sat Samapta Polres Berau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Radcar Hutan Sanggam Berau (HSB), serta warga sekitar.

 

Kapolsek Teluk Bayur AKP Budi Witikno mengatakan, tim gabungan bergerak setelah menerima informasi adanya titik api. Lokasi kebakaran dapat ditempuh sekitar 10 menit dari Pospol Labanan menggunakan kendaraan roda empat.

 

“Begitu titik api ditemukan, personel bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman agar api tidak meluas. Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi tetap dipantau untuk memastikan tidak kembali muncul titik api,” ujarnya.

 

Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 0,3 hektare dan merupakan kawasan kebun karet. Dalam penanganan tersebut, dikerahkan 12 personel yang terdiri dari dua personel Polsek Teluk Bayur, dua personel BKO Sat Samapta Polres Berau, satu personel Disdamkarmat, satu personel Radcar HSB, tiga personel HSB, serta tiga warga.

 

Pemadaman didukung satu unit truk pemadam kebakaran dari Pos Labanan. Hasil penanganan, titik api berhasil ditemukan dan dipadamkan.

 

Petugas selanjutnya memastikan kondisi lokasi tetap aman dengan melibatkan masyarakat sekitar. Warga juga diberikan imbauan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

 

Kapolsek mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan belum turunnya hujan yang menyebabkan daun serta ranting menjadi kering dan mudah terbakar.

 

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi sumber api dan memicu kebakaran,” tegasnya.

 

Terkait penyebab kebakaran, masih diperlukan penelusuran lebih lanjut. Dugaan sementara dapat dipengaruhi kondisi lahan yang kering serta kemungkinan adanya sumber api dari aktivitas masyarakat.

 

Polsek Teluk Bayur bersama unsur terkait akan terus meningkatkan pemantauan di wilayah rawan karhutla serta mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

 

Humas Polres Berau