Polres Berau – Jajaran Kepolisian Resor Berau bersama polsek jajaran, instansi lintas sektoral, dan kelompok masyarakat peduli api kembali bergerak cepat menanggulangi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penanganan terpadu ini difokuskan pada operasi pemadaman titik api serta pendinginan di kawasan hutan yang terdampak musim kemarau.
Pelaksanaan kegiatan penanggulangan karhutla tersebut dilangsungkan di wilayah Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, dengan menyasar area lahan di Jalan Poros Labanan–Kelay Kilometer 11 (tepatnya di depan Masjid Al-Ikhlas), Kampung Labanan Makmur. Berdasarkan data lapangan, luas lahan hutan yang terbakar mencapai sekitar 1 hektar dengan titik koordinat pada posisi 2.0246828, 117.2853234. Akses jalan menuju tempat kejadian perkara (TKP) dapat ditempuh dalam waktu 10 menit menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua dari Pospol Labanan.
Operasi pemadaman gabungan berskala besar ini melibatkan kekuatan personel yang sangat solid, terdiri atas dua personel Polsek Teluk Bayur, tiga personel BKO Sat Samapta Polres Berau, lima personel BKO Sat Samapta Polda Kaltim, lima personel Disdamkar Posko Teluk Bayur, satu personel Disdamkar Posko Labanan, tiga personel Red Kart, dua personel MPA KPHP Berau Barat, tiga personel Manggala Agni, serta lima orang warga sekitar. Sarana dan prasarana yang dikerahkan untuk menjangkau serta memadamkan api meliputi satu unit kendaraan roda enam pemadam kebakaran dari Disdamkar Labanan, satu unit kendaraan roda enam Water Supply dari KPHP Berau Barat, serta satu unit kendaraan roda empat patroli Sat Samapta Polres Berau.
Tim gabungan langsung berjibaku melakukan pemadaman secara intensif serta dilanjutkan dengan proses pendinginan guna mencegah meluasnya kobaran api, mengingat kondisi cuaca panas serta belum turunnya hujan yang menyebabkan keringnya dedaunan dan ranting. Kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan (lidik) terkait kepemilikan lahan serta penyebab pasti kebakaran yang diduga berasal dari faktor cuaca panas, puntung rokok, atau unsur kesengajaan. Sebagai langkah tindak lanjut, petugas memastikan lokasi tetap aman dengan memberdayakan potensi masyarakat serta mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi menghindari risiko gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kapolsek Teluk Bayur, AKP Budi Witikno, menyampaikan bahwa kesigapan aparat gabungan dalam memadamkan titik api di Jalan Poros Labanan–Kelay ini merupakan wujud nyata sinergi lintas instansi dalam menanggulangi karhutla secara cepat di tengah musim kemarau.
“Kami bersama personel gabungan dari Polsek Teluk Bayur, BKO Sat Samapta Polres Berau dan Polda Kaltim, Disdamkar, Manggala Agni, KPHP Berau Barat, Red Kart, serta warga langsung bergerak cepat melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla seluas satu hektar ini untuk memastikan api padam sepenuhnya dan tidak meluas,” ujar AKP Budi Witikno.
Berdasarkan hasil pemantauan intensif di lapangan, rangkaian kegiatan pemadaman dan penanggulangan karhutla tersebut berjalan dengan sukses dan lancar. Titik api berhasil dikendalikan melalui pendinginan menyeluruh, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali.
Humas Polres Berau









